browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Sensasi dan Persepsi :-)

Posted by on Januari 13, 2013

A.              Sensasi

1.     Pengertian Sensasi

 

Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi. Sensasi (sensation)  berasal dari bahasa latin : sensatus, yang artinya dianugerahi dengan indra, atau intelek. Atau Sensasi berasal dari kata “sense” yang artinya alat pengindraan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya.

Secara lebih luas, sensasi dapat diartikan sebagai aspek kesadaran yang paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita sebagai hasil dari kejadian di lingkungan maupun kejadian dalam diri kita, seperti temperatur tinggi, warna hijau, rasa nikmatnya sebatang coklat. Sebuah sensasi dipandang sebagai kandungan atau objek kesadaran puncak yang privat dan spontan. Menurut Dennis Coon, “Sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang  tidak memerlukan penguraian verbal. Simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera.”

Definisi sensasi, fungsi alat indera dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Kita mengenal lima alat indera atau pancaindera. Kita mengelompokannya pada tiga macam indera penerima, sesuai dengan sumber informasi. Sumber informasi boleh berasal dari dunia luar (eksternal) atau dari dalam diri (internal). Informasi dari luar diindera oleh eksteroseptor (misalnya, telinga atau mata). Informasi dari dalam diindera oleh ineroseptor (misalnya, system peredaran darah). Gerakan tubuh kita sendiri diindera oleg propriseptor (misalnya, organ vestibular).

Apa pun definisi sensasi, fungsi alat indra dalam menerima informasi dari lingkungan sangat penting. Melalui alat indra, manusia dapat memahami kualitas fisik lingkungannya. Lebih dari itu, melalui alat indralah, manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemapuan untuk berinteraksi dengan dunianya. Tanpa alat indra, manusia sama, bahkan mungkin rendah lebih dari rumput-rumputan, karena rumput dapat juga mengindra cahaya dan humiditas  ( Lefrancois, 1974, dalam rahmat, 1994 ).

 

2.     Teori Sensasi

Sensasi (sensation) mengacu pada pendeteksian dini terhadap energi dari dunia fisik. Studi terhadap sensasi umunya berkaitan dengan struktur dan proses mekanisme sensorik. beserta stimulasi yang mempengaruhi mekanisme-mekanisme tersebut.

Deteksi energy fisik yang di hasilkan atau di pantulkan oleh benda-benda fisik, sel-sel tubuh yang melakuakan penderteksi ini, organ inderawi ( mata, telinga, hidung, kulit dan jaringan tubuh ) proses penginderaan menyadarkan kita akan adanya suara, warna, bentuk dan elemen kesadaran yang lain. Tanpa sensasi kita tidak dapat menyentuh dalam arti sesungguhnya dunia nyata. Tapi untuk membuat dunia yang mendera indera kita menjadi sesuatu yang masuk akal.

a.)    Sensasi Normal

Penerimaan, persepsi dan reaksi adalah 3 komponen setiap pengalaman sensori. Dalam menjalankan fungsinya organ sensori berkaitan erat dengan sistem persyarafan yang berfungsi sebagai reseptor dan penghantar stimulus sehingga tercipta sebuah persepsi yang dapat menimbulkan reaksi dari individu.

b.)    Sensasi murni

Sensasi murni jarang terjadi. jika mendengar suara aneh, betapapun asingnya, kita akan segera menghubungkannya dengan suatu bentuknya  yang telah kita lihat sebelumnya.sensasi murni itu terjadi mungkin dalam peristiwa saat rangsangan warna ditunjukkan untuk pertama kali kepada seseorang yang sejak lahirnya buta, tetapi tiba-tiba dapat melihat (Mahmud, 1990:41)

 

3.     Proses sensasi

Sistem saraf mengubah pesan pesan menjadi kode salah satu kode yaitu kode anatomis. Pertama kali diperkenalkan pada 1826 oleh seorang ahli fisiologi Johannes muller sebagai doktrin energy syaraf spesifik.

Sensasi dimulai dengan reseptor indera, yang mengubah energy dari sebuah impuls listrik yang berjalan sepanjang saraf menuju otak. Sensasi-sensasi yang terpisah ini di jelaskan  oleh kode-kode anatomis (sebagaimana di gambarkan dalam doktrin energy saraf spesifik) dan kode-kode fungsional dalam system saraf.. Dan selanjutnya di bawa oleh saraf motorik untuk menghasilkan efek. Dalam kondisi langka yang di sebut sinestesia, sensasi dalam satu modalitas juga memicu sensasi yang lain, tetapi pengalaman ini jarang terjadi.

4.     Faktor – faktor yang mempengaruhi sensasi

Bagian penting dari teori deteksi sinyal yang berpengaruh besar terhadap psikologi adalah implikasinya dalam pembelajaran ambang penginderaan.  Berdasarkan teori tersebut disimpulkan bahwa ambang penginderaa bukan hanya kekuatan sinyal. Faktor-faktor yang mempengaruhi ambang penginderaan adalah :

(a) kekuatan sinyal;

(b) sifat-sifat tugas/pekerjaan;

(c) harapan individu;

(d) konsekuensi-konsekuensi berupa penghargaan atau hukuman;

(e) norma/standar/ukuran yang dikenakan individu.

Pengetahuan tentang factor-faktor yang mempengaruhi ambang penginderaan manusia di atas memungkinkan kita untuk memahami mengapa dan bagaimana individu hanya menerima stimulus/informasi tertentu dari sekian banyak stimulus/informasi yang lain dari dunia disekelilingnya.

Contoh Kasus Ambang Penginderaan

i)        Kekuatan sinyal

Mengapa kita tertarik pada iklan produk “X” dari pada yang lain ?

-            Karena seringkali ditayangkan berulang kali di berbagai chanel televisi

-            Karena dibuat dalam billboard yang besar-besar di sudut-sudut jalan-jalan yang strategis

-            Karena menggunakan kata-kata yang atraktif, kreatif dan mudah dicerna ataupun diingat

ii)      Kekuatan sifat tugas/pekerjaan

Mengapa seseorang hanya tertarik membaca rubrik ekonomi setiap pagi dari pada rubrik yang lain dari koran harian yang dibacanya ?

-                 Karena ia seorang pengusaha yang ingin mengetahui perubahan/ perkembangan produk atau komoditas barang tertentu

-                 Karena ia seorang konsultan yang bertanggungjawab atas kebijakan yang harus diputuskan manjemen perusahaan kliennnya.

-                 Karena ia seorang pialang saham yang ingin mengetahui fluktuasi harga saham terkini

iii)    Harapan individu

Mengapa seseorang hanya ‘diam saja’ berdiri di pojok suatu arena pasar festival, sementara di sekitarnya banyak pemandangan barang-barang yang dipamerkan di stand-stand, banyak pertunjukan musik, banyak atraksi lain yang bias dipilihnya ?

ü   Karena ia sedang menunggu seseorang, sehingga tidak memperhatikan ‘obyek’ lainnya.

ü   Karena ia menunggu telepon seseorang, sehingga tidak terpengaruh dengan berbagai suara musik atau suara-suara lainnya.

ü   Dengan pengetahuan di atas kita bisa memahami kenapa individu lebih memilih/ tertarik pada stimulus tertentu atau memilih untuk menghindar atau menolak stimulus lainnya. Kita jadi lebih memahami ‘orang hanya ingin mendengar apa yang dia ingin dengar, atau melihat apa yang dia ingin lihat.

 

B.               Persepsi

1.     Pengertian Persepsi

Secara etimologis, persepsi (perception) berasal dari bahasa Latin perception: dari percipere, yang artinya menerima atau mengambil.

Persepsi dalam arti sempit ialah penglihatan, bagaimana cara seseorang melihat sesuatu, sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau pengertian, yaitu bagaimana cara seseorang memandang atau mengartikan sesuatu Menurut Yusuf (1991:108) menyebut persepsi sebagai “pemaknaan hasil pengamatan”.

Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi ialah memberikan makna pada stimulasi inderawi (sensory stimuli). Karena itu proses persepsi tidak dapat lepas dari proses penginderaan(inderawi), dan proses penginderaan merupakan proses pendahulu sebelum proses persepsi.

Gambar diatas adalah gambar proses persepsi. Dalam gambar tersebut terlihat sebuah kucing dan seorang manusia. Manusia itu melihat sinar cahaya  lalu setelah indra penglihatnya (mata) melihat, syaraf merepresentasikan kucing tersebut. Setelah itu  saraf penyebab dan menghubungkan dengan kesadaran, lalu kucing itu seperti kucing yang dirasakan oleh manusia (pengamat eksternal).

Contoh klasik lain dari fungsi persepsi  tampak pada gambar berikut ini. Coba perhatikan baik-baik, gambar siapa yang Anda lihat?

Krech dan Crutchfield merumuskan dalil persepsi, menjadi empat bagian :

  1. Dalil persepsi 1: Persepsi bersifat selektif secara fungsional. Berarti objek-objek yang mendapatkan tekanan dalam persepsi kita biasanya objek-objek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi
  2. Dalil persepsi 2 : Medan perceptual dan kognitif selalu diorganisasikan dan diberi arti. Kita mengorganisasikan stimuli dengan melihat konteksnya. Walaupun stimuli yang kita terima itu tidak lengkap, kita akan mengisinya dengan interprestasi yang konsisten dengan rangkaian stimuli yang kita persepsi.
  3. Dalil persepsi 3 : Sifat-sifat perseptual dan kognitif dari substruktur ditentukan pada umumnya oleh sifat-sifat struktur secara keseluruhan. Jika individu dianggap sebagai anggota kelompok, semua sifat individu yang berkaitan dengan sifat kelompok akan diperngaruhi oleh keanggotaan kelompolmua dengan efek berupa asimilasi atau kontras.
  4. Dalil persepsi 4 : Objek atau peristiwa yang berdekatan dalam ruang dan waktu atau menyerupai satu sama lain, cenderung ditanggapi sebagai bagian dari struktur yang sama. Dalil ini umumnya betul-betul bersifat structural dalam mengelompokkan objek-objek fisik, seperti titik, garis, atau balok.

2.     Prinsip Persepsi

Sebagian besar dari prinsip-prinsip persepsi merupakan prinsip berdasarkan teori Gestalt. Teori Gestalt percaya bahwa persepsi bukanlah hasil penjumlahan bagian-bagian yang diindera seseorang, tetapi lebih dari itu merupakan keseluruhan [the whole]. Teori Gestalt menjabarkan beberapa prinsip yang dapat menjelaskan bagaimana seseorang menata sensasi menjadi suatu bentuk perseps

  1. prinsip figure and ground.

Prinsip ini menggambarkan bahwa manusia, secara sengaja maupun tidak, memilih dari serangkaian stimulus, mana yang menjadi fokus atau bentuk utama [=figure] dan mana yang menjadi latar [=ground].

Contoh gambar gadis dan nenek, menunjukkan bahwa seseorang dapat menjadikan bentuk gadis sebagai figure, dan detil yang lain sebagai ground, atau sebaliknya.

Dalam kehidupan sehari-hari, secara sengaja atau tidak, kita akan lebih memperhatikan stimulus tertentu dibandingkan yang lainnya. Artinya, kita menjadikan suatu informasi menjadi figure, dan informasi lainnya menjadi ground. Salah satu fenomena dalam psikologi yang menggambarkan prinsip ini adalah, orang cenderung mendengar apa yang dia ingin dengar, dan melihat apa yang ingin dia lihat.

  1. prinsip pengorganisasian.

Untuk mempersepsi stimulus mana menjadi figure dan mana yang ditinggalkan sebagai ground, ada beberapa prinsip pengorganisasian, yaitu :

i)          Prinsip proximity

yaitu : seseorang cenderung mempersepsi stimulus-stimulus yang berdekatan sebagai satu kelompok.

Pada contoh ini, seseorang akan cenderung melihat ada dua kelompok gambar titik merah dibandingkan dengan ada 4 lajur titik. Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan orang akan mempersepsikan beberapa orang yang sering terlihat bersama-sama sebagai sebuah kelompok / peer group. Untuk orang yang tidak mengenal dekat anggota “kelompok” itu, bahkan akan tertukar identitas satu dengan yang lainnya, karena masing-masing orang [sebenarnya ada 4 lajur titik] terlabur identitasnya dengan keberadaan orang lain [dipersepsi sebagai 2 kelompok titik].

ii)        Prinsip similarity

Yaitu seseorang akan cenderung mempersepsikan stimulus yang sama sebagai satu kesatuan.

Pada gambar ini, walaupun jarak antar titik sama, tetapi orang cenderung mempersepsi bahwa terdapat dua kelompok / lajur titik [yaitu titik yang berwarna merah dan titik yang berwarna biru] dibandingkan empat lajur titik.

iii)      Prinsip continuity

prinsip ini menunjukkan bahwa kerja otak manusia secara alamiah melakukan proses melengkapi informasi yang diterimanya walaupun sebenarnya stimulus tidak lengkap.

Pada gambar ini, seseorang cenderung untuk mempersepsikan bahwa ada dua garis yang bersilang membentuk huruf “X”, alih-alih melihatnya sebagai kumpulan titik-titik.

Dalam kehidupan sehari-hari, contohnya adalah fenomena tentang bagaimana gosip bisa begitu berbeda dari fakta yang ada. Fakta yang diterima sebagai informasi oleh seseorang, kemudian diteruskan ke orang lain setelah “dilengkapi” dengan informasi lain yang dianggap relevan walaupun belum menjadi fakta atau tidak diketahui faktanya.
Berikut ini contoh gambar yang lebih kompleks, yang menunjukkan bekerjanya prinsip-prinsip yang diuraikan sebelumnya dalam persepsi manusia.

2.     Faktor – faktor yang mempengaruhi persepsi

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi persepsi diantaranya : Di samping faktor-faktor teknis seperti kejelasan stimulus [mis. suara yang jernih, gambar yang jelas], kekayaan sumber stimulus [mis. media multi-channel seperti audio-visual], Persepsi juga dipengaruhi bagaimana informasi / pesan / stimulus dipersepsikan.

1)                      Faktor Ekspektansi

Faktor ini adalah factor yang sangat dominan dari si penerima informasi sendiri. Ekspektansi ini memberikan oleh faktor-faktor psikologis. Faktor psikologis ini bahkan terkadang lebih menentukan  kerangka berpikir atau perceptual set atau mental set tertentu yang menyiapkan seseorang untuk mempersepsi dengan cara tertentu. Mental set ini dipengaruhi oleh beberapa hal.

2)                      Ketersediaan informasi sebelumnya

ketiadaan informasi ketika seseorang menerima stimulus yang baru bagi dirinya akan menyebabkan kekacauan dalam mempersepsi. Oleh karena itu, dalam bidang pendidikan misalnya, ada materi pelajaran yang harus terlebih dahulu disampaikan sebelum materi tertentu. Seseorang yang datang di tengah-tengah diskusi, mungkin akan menangkap hal yang tidak tepat, lebih karena ia tidak memiliki informasi yang sama dengan peserta diskusi lainnya. Informasi juga dapat menjadi cues untuk mempersepsikan sesuatu.

3)                 Kebutuhan

Seseorang akan cenderung mempersepsikan sesuatu berdasarkan kebutuhannya saat itu. Contoh sederhana, seseorang akan lebih peka mencium bau masakan ketika lapar daripada orang lain yang baru saja makan.

4)      Pengalaman masa lalu

sebagai hasil dari proses belajar, pengalaman akan sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu. Pengalaman yang menyakitkan ditipu oleh mantan pacar, akan mengarahkan seseorang untuk mempersepsikan orang lain yang mendekatinya dengan kecurigaan tertentu. Contoh lain yang lebih ekstrim, ada orang yang tidak bisa melihat warna merah [dia melihatnya sebagai warna gelap, entah hitam atau abu-abu tua] karena pernah menyaksikan pembunuhan. Di sisi lain, ketika seseorang memiliki pengalaman yang baik dengan bos, dia akan cenderung mempersepsikan bosnya itu sebagai orang baik, walaupun semua anak buahnya yang lain tidak senang dengan si bos.

3.     Ciri-Ciri Umum Persepsi

Pengindraan terjadi dalam suatu konteks tertentu, konteks ini disebut sebagai dunia persepsi. Agar dihasilkan suatu pengindraan yang bermakna, ada ciri-ciri umum tertentu dalam dunia persepsi:

i)                        Modalitas: rangsang-rangsang yang yang diterima harus sesuai dengan modalitas tiap-tiap indra, yaitu sifat sensoris dasar dan masing-masing indra (cahaya untuk penglihatan, bau untuk penciuman, bunyi untuk pendengaran, permukaan bagi peraba dan sebagainya).

ii)                      Dimensi ruang: dunia persepsi mempunyai sifat ruang (dimensi ruang), kita dapat mengatakan atas bawah, tinggi rendah, luas sempit, latar depan latar belakang, dan lain-lain.

iii)                    Dimensi waktu: dunia persepsi mempunyai dimensi waktu seperti; cepat lambat, tua muda, dan lain-lain.

iv)                    Struktur konteks, keseluruhan yang menyatu: obyek-obyek atau gejala-gejala dalam dunia pengamatan mempunyai struktur yang menyatu dengan konteksnya. Struktur dan konteks ini merupakan keseluruhan yang menyatu.

v)                      Dunia penuh arti: dunia persepsi adalah dunia penuh arti. Kita cenderung melakukan pengamatan atau persepsi pada gejala-gejala yang mempunyai makna bagi kita, yang ada hubunganya dalam diri kita.

4.     Hakikat Persepsi

  1. Persepsi Merupakan Kemampuan Kognitif

Persepsi ternyata banyak melibatkan kegiatan kognitif. Pada awal pembentukan persepsi, orang telah menentukan apa yang telah diperhatikan. Setiap kali kita memusatkan perhatian lebih besar kemungkinan kita akan memperoleh makna dari apa yang kita tangkap, lalu menghubungkannya dengan pengalaman yang lalu dan dikemudian hari akan diingat kembali.

Kesadaran juga mempengaruhi persepsi. Bila kita dalam keadaan bahagia, maka pamandangan yang kita lihat akan sangat indah sekali. Tetapi sebaliknya, jika kita dalam keadaan murung pemandangan indah yang kita lihat mungkin akan membuat kita merasa bosan. Ingatan juga berperan dalam persepsi. Indra kita secara teratur akan menyimpan data yang kita terima, dalam rangka memberi arti. Orang cenderung terus-menerus untuk membanding-bandingkan penglihatan, suara dan pengindraan yang lainnya dengan ingatan pengalaman masa lalu yang mirip. Proses informasi juga mempunyai peran dalam persepsi. Bahasa jelas dapat mempengaruhi kognisi kita, memberikan bentuk secara tidak langsung.

Pengujian hipotesis merupakan komponen pusat persepsi yang mengelola informasi. Sering terjadi interprestasi terhadap data pengindraan hanya mempunyai satu kemungkinan saja, sehingga “pencarian” untuk hipotesis persepsi yang tepat dilakukan dengan sangat cepat, otomatis dan berada sedikit dibawah alam kesadaran.

  1. Peran Atensi dalam Persepsi

Selama kita tidak dalam keadaan tidur, maka sejumlah rangsangan yang besar sekali saling berlomba menurut perhatian kita. Biasanya manusia dan hewan lainnya akan memilih mana di antararangsangan tersebut yang paling menarik dan paling mengesankan. Keterbukaan kita untuk memilih inilah yang disebut dengan atensi atau perhatian.

Beberapa Psikolog melihat atensi sebagai jenis alat saringan (filter), yang akan menyaring semua informasi pada titik yang berbeda dalam proses presepsi. Sebaliknya, psikolog lain yakni bahwa manusia mampu memusatkan atensinya terhadap apa yang mereka kehendaki untuk dipersepsikan dengan secara aktif melibatkan diri mereka dengan pengalaman-pengalaman tanpa menutup rangsangan lain yang saling bersaing.

Banyak psikolog sangat tertarik untuk mengetahui tempat atau tempat di dalam proses presepsi, di mana atensi memegang peranannya. Dari hasil penelitian diajukan pendapat bahwa atensi selalu aktif pada waktu tertentu, yaitu: mula-mula ketika menerima masukan dari dugaan indra, kemudian ketika harus memilih dan menginterprestasikan data sensorik dan menentukan apakah akan memberikan respon terhadap rangsangan tersebut.

Atensi memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu:

1.    Intensitasnya

2.   Keterbatasn pada kepastian

 

5.     Ilusi

Ilusi merupakan kesalahan dalam persepsi, yaitu memperoleh kesan yang salah mengenai fakta-fakta yang objektif yang disajikan oleh alat-alat indera kita.

Ilusi disebabkan faktor-faktor eksternal

Gambar pada cermin serta gaung suara adalah ilusi tipe ini. Gambar atau bayangan dicermin kelihatannya terletak dibelakang kaca, ini disebabkan dari arah itulah cahaya datang mengenai mata kita. Gaung datang dari arah yang berlawanan dengan posisi kita berdiri,

karena di situ pula suara tidak masuk kedalam telinga kita.

Ilusi disebabkan kebiasaan

Rangsangan-rangsangan yang disajikan sesuai dengan kebiasaan kita dalam mengenali, kita akan lebih mudah menimbulkan ilusi bila otak kita bisa dengan pengindraan visual yang mengandalkan perspektif maka akan terjadi kesalahan.

Ilusi karena kesiapan mental atau harapan tertentu

Jika kita kehilangan sesuatu dan ingin sekali menemukannya kembali. Anda akan sering melihat sesuatu yang mirip barang tersebut.

Ilusi karena kondisi rangsang terlalu kompleks

Bila rangsang yang diamati terlalu kompleks, maka rangsang tersebut dapat menutup-nutupi atau menyamarkan fakta-fakta objektif dari objek atau gejala tertentu.

6.     Aplikasi Persepsi Melalui Panca Indera

Beragam stimulus tersebut merupakan dasar dalam pembentukan persepsi yang dating dari banyak sumber melalui:

  • Indera penglihatan (visual)
  • Indera pendengaran (auditori)
  • Indera perabaan (taktil)
  • Indera penciuman (olfaktori)
  • Indera pengecap/rasa (gustatori)

1)        Persepsi melalui indera penghilatan  

Mata hanyalah merupakan salah satu alat atau bagian yang menerima stimulus, dan stimulus ini dilangsungkan oleh syaraf sensoris ke otak, hingga akhirnya individu dapat menyadari apa yang dilihat. Secara alur dapat dikemukakan bahwa proses persepsi berlangsung sebagian berikut :

1.)      Stimulus mengenai alat indera, ini merupakan yang bersifat kealamaan ( fisis)

2.)      Stimulus kemudian dilangsungkan ke otak oleh syaraf sensoris, proses ini merupakan proses fisiologi

3.)      Di otak sebagian pusat susunan urat syaraf terjadilah proses yang akhirnya individu dapat menyadari atau mempersepsikan tentang apa yang diterima melalui alat indera. Proses yang terjadi dalam otak ini merupakan proses psiklogi.

Bola mata mempunyai 3 lapis dinding yang mengelilingi rongga bola mata. Ketiga lapis dinding ini dari luar ke dalam adalah sebagai berikut:

 

  • Sklera

Sklera merupakan jaringan ikat dengan serat yang kuat ; berwarna putih buram (tidak tembus cahaya), kecuali di bagian depan bersifat transparan, disebut kornea. Konjungtiva adalah lapisan transparan yang melapisi kornea dan kelopak mata. Lapisan ini berfungsi melindungi bola mata dari gangguan.

  • Koroid

Koroid berwarna coklat kehitaman sampai hitam; merupakan lapisan yang berisi banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi dan oksigen terutama untuk retina. Warna gelap pada koroid berfungsi untuk mencegah refleksi (pemantulan sinar). Di bagian depan, koroid membentuk badan siliaris yang berlanjut ke depan membentuk iris yang berwarna. Di bagian depan iris bercelah membentuk pupil (anak mata). Melalui pupil sinar masuk. Iris berfungsi sebagai diafragma, yaitu pengontrol ukuran pupil untuk mengatur sinar yang masuk.

  • Retina

Lapisan ini peka terhadap sinar. Pada seluruh bagian retina berhubungan dengan badan sel-sel saraf yang serabutnya membentuk urat saraf optik yang memanjang sampai ke otak. Bagian yang dilewati urat saraf optik tidak peka terhadap sinar dan daerah ini disebut bintik buta.

Sekitar 120-125 juta reseptor dalam retina berbentuk pipih dan panjang yaitu sel batang(rod).

Sel batang merupakan reseptor visual yang bereaksi pada cahaya redup. Sementara 7-8 juta reseptor dalam retina berbentuk seperti corong yaitu sel kerucut(cone). Sel kerucut merupakan reseptor visual yang terlibat dalam menangkap warna. Sel batang lebih peka terhadap cahaya dari pada sel kerucut.

 

2)        persepsi melalui indera pendengaran

Telinga dapat dibagi atas beberapa bagian yang masing-masing mempunyai fungsi atau tugas sendiri-sendiri, yaitu :

  1. Telinga bagian luar : merupakan bagian yang menerima stimulus dari luar.
  2. Telinga bagian tengah : merupakan bagian yang meneruskan stimulus yang diterima oleh telinga bagian luar, jadi bagian ini merupakan transformer.
  3. Telinga bagian dalam : merupakann reseptor yang sensitif yang merupakan saraf-saraf penerima.

Apabila individu dapat menyadari apa yang di dengar, maka individu dapat mempersepsikan apa yang didengar, dan terjadilah suatu pengamatan atau persepsi.

Telinga mempunyai reseptor khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan. Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.

  • Telinga luar

Telinga luar terdiri dari daun telinga, saluran luar, dan membran timpani (gendang telinga). Daun telinga berfungsi sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara.  Saluran luar yang dekat dengan lubang telinga dilengkapi dengan rambut-rambut halus yang menjaga agar benda asing tidak masuk, dan kelenjar lilin yang menjaga agar permukaan saluran luar dan gendang telinga tidak kering.

  • Telinga tengah

Bagian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga tekanan udara agar seimbang. Di dalamnya terdapat saluran Eustachio yang menghubungkan telinga tengah dengan faring. Rongga telinga tengah berhubungan dengan telinga luar melalui membran timpani. Fungsi rangkaian tulang dengar/tengah  adalah untuk mengirimkan getaran suara dari gendang telinga (membran timpani) menyeberangi rongga telinga tengah ke jendela oval.

  • Telinga dalam

Bagian ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang dan labirin membran.
Ada 5 bagian utama dari labirin membran, yaitu Tiga saluran setengah lingkaran,Ampula,Utrikulus,Sakulus ,Koklea atau rumah siput .

Sakulus berhubungan dengan utrikulus melalui saluran sempit. Tiga saluran setengah lingkaran, ampula, utrikulus dan sakulus merupakan organ keseimbangan, dan keempatnya terdapat di dalam rongga vestibulum dari labirin tulang. Koklea mengandung organ Korti untuk pendengaran. Koklea terdiri dari tiga saluran yang sejajar, yaitu: saluran vestibulum yang berhubungan dengan jendela oval, saluran tengah dan saluran timpani yang berhubungan dengan jendela bundar, dan saluran (kanal) yang dipisahkan satu dengan lainnya oleh membran. Di antara saluran vestibulum dengan saluran tengah terdapat membran Reissner, sedangkan di antara saluran tengah dengan saluran timpani terdapat membran basiler. Dalam saluran tengah terdapat suatu tonjolan yang dikenal sebagai membran tektorial yang paralel dengan membran basiler dan ada di sepanjang koklea. Sel sensori untuk mendengar tersebar di permukaan membran basiler dan ujungnya berhadapan dengan membran tektorial. Dasar dari sel pendengar terletak pada membran basiler dan berhubungan dengan serabut saraf yang bergabung membentuk saraf pendengar. Bagian yang peka terhadap rangsang bunyi ini disebut organ Korti.

Stimulus suara yang kita dengar adalah gelombang tekanan yang tercipta ketika sebuah objek bergetar/bervibrasi menyebabkan molekul-molekul dalam zat penghantar bergerak mengumpul atau merenggang.

Pendengaran di pengaruhi oleh gelombang tekanan di udara maupun zat yang mengantarkan tekanan tersebut, terutama oleh intensitas, frekuensi dan kopleksitasnya,berhubungan dengan pengalaman kita akan keras lembutnya suara,pitch, dan warna suara yang kita dengar.

 

3)        Persepsi  Melalui Indera Penciuman

Sel-sel penerima atau reseptor bau terletak dalam hidung sebelah dalam. Stimulusnya berujud benda-benda yang bersifat khemis atau gas yang dapat menguap, dan mengenai alat-alat penerima yang ada dalam hidung, kemudian diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak, dan sebagai respons dari stimulus tersebut orang dapat menyadari apa yang diciumnya yaitu bau diciumnya.

Indra pembau berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada lapisan lendir bagian atas. Reseptor pencium tidak bergerombol seperti tunas pengecap.

Epitelium pembau mengandung 20 juta sel-sel olfaktori yang khusus dengan aksonakson yang tegak sebagai serabut-serabut saraf pembau. Di akhir setiap sel pembau pada permukaan epitelium mengandung beberapa rambut-rambut pembau yang bereaksi terhadap bahan kimia bau-bauan di udara.

 

4)      Persepsi Melalui Indera pengecap  

Indera pengecapan terdapat di lidah.stimulusnya merupakan benda cair.zat cair itu mengenai ujung srl penerima yang terdapat pada lidah, yang kemudian dilangsungkan oleh syaraf sensoris ke otak, hingga akhirnya orang dapat menyadari atau mempersepsikan tentang apa yang dicecap itu. Mengenai rasa ini ada 4 macam  :

Pahit, manis, asin, asam .

Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan kimia. Lidah merupakan organ yang tersusun dari otot. Permukaan lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir, dan reseptor pengecap berupa tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel sensori yang mempunyai tonjolan seperti rambut.

Permukaan atas lidah penuh dengan tonjolan (papila). Tonjolan itu dapat dikelompokkan menjadi tiga macam bentuk, yaitu bentuk benang, bentuk dataran yang dikelilingi parit-parit, dan bentuk jamur. Tunas pengecap terdapat pada paritparit papila bentuk dataran, di bagian samping dari papila berbentuk jamur, dan di permukaan papila berbentuk benang.

 

5)      Persepsi Melalui Indera Kulit

            Indera ini dapat merasakan rasa sakit, raabaan, tekanaan dan temperature, sentuhan, panas, dingin,. Tetapi tidak semua bagian dari kulit dapat menerima rasa-rasa ini cuma pada bagian tertentu saja yang dapat meneriama stimulus-stimulus tertentu. Serta stimulus yang dapat menimbulkan rasa sakit dapat bersifat khemis maupun electrical dan sebangsanya yang pada pokoknya stimulus itu cukup kuat menimbulkan kerusakan pada kulit, dan hal ini menimbulkan rasa sakit.

Susunan Kulit

Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.

Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Serat kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.

 

Fungsi Kulit

Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh.

Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptorreseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.

Tabel Panca indera

Indera

Stuktur

Stimulus

Reseptor

Penglihatan

Mata

Gelombang cahya

Sel batang dan sell kerucut

Pendengaran

Telinga

Gelombang suara

Sel-sel rambut

Perasa/ pengecapan

Lidah

Senyawa kimia

Ujung saraf perasa

Penciuman

Hidung

Senyawa kimia

Sel-sel rambut

Peraba

Kulit

Tekanan

Sel-sel saraf

 

7.       Perbedaan Sensasi Dan Persepsi

Sensasi sering dibedakan dari persepsi, yang melibatkan penilaian, inferensi, interpretasi, bias, atau prakonseptualisasi, sehingga bisa salah, sensasi dipandang sebagai pasti, ditentukan secara mendasar, fakta kasar. Menurut beberapa pendapat, sensasi lebih berkonotasi pada sebuah hubungan dengan perasaan ( terapi bukan dengan emosi ), sedangkan persepsi lebih berhubungan dengan kognitif. Sensasi sering digunakan secara sinomin dengan kesan indrawi, sense datum, sensum, dan sensibilium.

Jadi, proses sensasi dan presepsi itu berbeda. Dalam ungkapan lain disebutkan,”sensasi ialah penerimaan stimulus lewat alat indra, sedangkan persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada didalam otak”  (Mahmud, 1990:4). Meskipun alat untuk menerima stimulus itu serupa pada setiap individu, interpretasinya berbeda.sedangkan mekanisme penginderaan manusia yang kurang sempurna merupakan salah satu sumber kesalahan persepsi.

Untuk membedakan sensasi dan persepsi secara lebih jelas, kita bisa membandingkan potret sebuah pemandangan dengan lukisan pemandanagn. Potret itu berupa pemandanagn sebagaiman yang diterima alat indra, sedangkan lukisan pemandanagn bergantung pada interpretasinya pelukis. Dengan perkataan lain, mata “menerima”, sedangkan pikiran”memersepsikan”.

 

8.     Pengaruh Kebudayaan Terhadap Persepsi

Dalam pendekatan konvensional, persepsi masih dikaitkan dengan faktor-faktor saraf  dan faalnya  saja. Misalnya:  persepsi  tentang kedalaman (3 dimensi) di tentukan oleh pandangan dua mata (binokular) dimana terdapat perbedaan antara stimuli yang ditangkap antara retina kanan dan retina kiri (retinal disparity).

Contoh Pengaruh Kebudayaan Terhadap  Persepsi

Pengaruh kebudayaan tersebut bisa kita lihat pada suku-suku Afrika primitif yang hanya terbiasa dengan lingkungan alamiah dimana karya-karya merekapun lebih banyak berbentuk lingkaran-lingkaran dan lengkungan-lengkungan, tidak akan mengalami gejala ilusi Muller-Lyer  jika kepada meraka diperlihatkan kedua garis diatas karena persepsi mereka tidak dipengaruhi oleh kebiasaan  melihat garis-garis dan sudut-sudut. Buat  mereka, garis-garis  pada gambar  1 dan 2 akan dipersepsikan sama panjang.

Pengaruh kebudayaan termasuk kebiasaan hidup, tampak juga  dalam berbagai gejala hubungan manusia dengan lingkungan dalam kehudupan sehari-hari.  Penduduk  perkampungan kumuh di kota-kota  besar biasa menggunakan air kali untuk kepentingan mandi mencuci, dan kakus  mempersepsikan air kali itu sebagai sesuatu hal yang masih dalam batas-batas  optimal  sehingga mereka menggunakan ai kali itu  dengan enak saja. Sebaliknya orang biasa tinggal dipermukiman mewah, tidak mungkin akan menggunakan air  kali itu. Dengan demikian ,jelaslah bahwa persepsi ditentukan oleh pengalaman dan pengalaman dipengaruhi oleh kebudayaan.

 

:razz: good luck :lol:

Comments are closed.